Wamen Harvick: La Nina Pelatuk Gagal Panen Padi

wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi-1

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah kiprah antisipatif menghadapi dampak La Nina. La Nina itu menyebabkan musim hujan sampai lebih cepat dengan curah yang lebih tinggi.

Baca Juga: Jabar Rawan Bencana, Masyarakat Diimbau Antisipasi Dampak La Nina Akhir Tahun Ini

“Hal ini bisa menyebabkan bubar panen padi. Oleh sebab itu, Kementan sudah merancang langkah antisipasinya, baik jangka pendek dan menengah, ” ujar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di dalam Raker dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin(20/9/2021).

Tempat menyebutkan, langkah-langkahnya meliputi pemetaan wilayah banjir, mempersiapkan early warning system, memantau data iklim dari BMKG & penyiapan tim brigade La Nina.

Baca Juga: BMKG: La Nina Berpotensi Terjadi dalam Desember, Waspada Cuaca Ekstrem

“Kementan sudah menyiapkan bantuan baka gratis yang bisa ditanam maksimal 20 hari sesudah selesai banjir. Kami selalu menyiapkan pompanisasi in-out dari sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuarter, ” ucap Harvick.

Sambung dia, Kementan sudah mensosialisasikan penggunaan varietas benih padi tahan genangan seperti Inpari 1 datang 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub satu, dan varietas lokal unggul lainnya.