UMP Tahun Depan Tak Naik, Superior Buruh: Perlawanan Semakin Mengeras

UMP Tahun Depan Tak Naik, Superior Buruh: Perlawanan Semakin Mengeras

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPI) meminta seluruh gubernur di Indonesia mengabaikan Surat Edaran Gajah Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang meminta Upah Minimun Provinsi (UMP) tahun 2021 tak dinaikan.

Kepala KSPI Said Iqbal mengatakan lagak perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap penolakan tidak adanya kemajuan UMP 2021.

Baca Selalu:   UMP 2021 Tidak Terangkat Instrumen Bantu Perusahaan, Buruh Dapat BLT

“Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata-mata, ” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Dia mengakui bila negeri usaha memang sedang mengalami kemerosotan akibat pandemi Covid-19. Namun, pemerintah juga harus bersikap lebih sepatutnya soal UMP 2021.

Baca Juga:   Sri Mulyani: UMP 2021 Tak Terangkat agar Perusahaan Tidak PHK Pekerja

“Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak berharta. Faktanya di tahun 1998 biar tetap ada kenaikan upah kecil untuk menjaga daya beli klub, ” tegasnya.

Tempat meragukan bila keputusan Menaker Ida ini sudah mendapatkan persetujuan sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Apakah presiden sudah keahlian keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?, ” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menjadikan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia. Surat Edaran Nomor M/11/HK. 04/2020 ini mengatur tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).