Tips Ngutang di Pinjol, Tanpa Sekali-Sekali Akses Ilegal

tips-ngutang-di-pinjol-jangan-sekali-sekali-akses-ilegal-1

JAKARTA – 138 pemangku fintech peer-to-peer lending ataupun fintech lending resmi terdaftar dan berizin OJK. Mengenai terdapat penambahan satu penyelenggara fintech lending berizin yakni PT Lumbung Dana Nusantara.

Selain itu, terdapat delapan pembatalan petunjuk bukti terdaftar fintech lending karena penyelenggara tersebut membatalkan tanda terdaftar, yaitu PT Arga Berkah Sejahtera, PT Berkah Kelola Dana, PT Danon Digital Nusantara, PT Mitra Pendanaan Mandiri, PT Amanah Karyananta Nusantara, PT Digilend Mobile Nusantara, PT Digital Yinshan Technology, dan PT Finlink Technology Indonesia.

Baca Juga:   Miris! Guru Diancam Dibunuh Debt Collector Pinjol Gegara Utang Rp2, 5 Juta Oleh sebab itu Rp40 Juta

Dengan demikian, jumlah penyelenggara fintech lending berizin dan terdaftar menjadi 138 penyelenggara dengan rincian 57 penyelenggara berizin dan 81 penyelenggara terdaftar.

OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK.

Ketua Tim Satgas Perdata Investasi OJK Tongam Lumban Tobing mengingatkan juga biar masyarakat jangan sekali-kali mengakses fintech lending ilegal karena hal itu sangat berbahaya. Berbahaya dalam arti mendatangkan kerugian baik materiil dan immateriil bagi masyarakat.

Baca Pula:   Waspada! ‘Lintah Darat’ Teknologi, Heboh Ditagih Pinjaman Online Tiba-Tiba

“Fee-nya juga betul tinggi, misal pinjam Rp1 juta yang dikasih hanya Rp600 ribu, kemudian kembang dan dendanya tinggi, dia selalu minta kontak HP bisa diakses. Ini dikerjakan untuk melakukan penargetan pada kita, ” terang Tongam kepada MNC Portal Nusantara di Jakarta, Selasa (17/5/2021).