Surabaya Terapkan Jam Malam, Sejumlah Rekan Banyak Tutup

Surabaya Terapkan Jam Malam, Sejumlah Rekan Banyak Tutup

JAKARTA – Sejumlah pasar tradisional yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur banyak yang tutup akibat penerapan jam malam di Kota Hero. Namun, masih ada beberapa pedagang yang berjualan dengan menerapkan aturan kesehatan penyebaran Covid-19 .

“Ya kaum pasar ada yang masih menjajakan dagangannya, tapi enggak semua, sedang relatif tertib, ” kata Kepala Umum Ikatan Pedagang Pasar Nusantara (Ikappi) Abdullah Mansuri kepada Okezone , Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga:   Buah Aturan Jam Malam di Surabaya, Pedagang: Omzet Turun

Dia menyatakan, pedagang tak ada yang memprotes atas terbitnya kebijakan tersebut. Hal itu dikerjakan supaya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Pahlawan, lekas mengalami tren penurunan.

“Jadi memang kondisi Surabaya lulus tinggi penyebarannya. Sehingga mau tidak mau, pedagang mengikuti aturan, ” ujarnya.

Dia mengiakan, dengan adanya penerapan jam suangi itu beberapa pedagang kerap mengalami penurunan omzet penjualan. Namun, Abdullah tak merinci berapa jumlah penurunan tersebut.

“Walaupun keluhan terus disampaikan seperti penurunan omset, ” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan peraturan wali kota (perwali) Bagian 33 Tahun 2020 pada 13 Juli 2020. Regulasi ini datang setelah merevisi perwali Surabaya Bagian 28 Tahun 2020 tentang Prinsip Tatanan Normal Baru pada Iklim Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menyuarakan Juga:   Perbankan Disebut Jadi Tulang Punggung Recovery Ekonomi Indonesia

Dalam Perwali Nomor 33 Tahun 2020, terdapat aturan terkait pembatasan jam malam. Pembatasan itu tercantum dalam urusan 25A.

Isi perkara tersebut antara lain seperti dikutip dari Perwali Nomor 33 Tahun 2020 pada Rabu, 15 Juli 2020:

1. Pemisahan aktivitas di luar rumah dijalankan mulai pukul 22. 00 WIB.

Loading…