Pinjol Ilegal Menjamur karena Memiliki ‘Ladang’ Rp1. 650 Triliun

pinjol-ilegal-menjamur-karena-punya-ladang-rp1-650-triliun-1

JAKARTA – Terungkap alasan kenapa banyaknya pnjaman online ( pinjiol ) ilegal di Indonesia. Dalam data Aliansi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) disebutkan ada selisih atau gap antara logistik kredit dan kebutuhan.

Berdasarkan data terbaru, gap kredit tersebut tercatat sebesar Rp1. 650 triliun per tahun. Hal itu membuat banyaknya korban peristiwa pinjol ilegal yang berlaku di masyarakat.

“Berdasarkan data OJK yang terakhir, ada kebutuhan rekognisi sebesar Rp2. 650 triliun. Sementara dari data Kementerian Keuangan yang baru terisi itu Rp1. 000 triliun. Jadi kredit gap-nya semakin lebar sekitar Rp1. 650 triliun setahun, ” kata pendahuluan Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah dalam diskusi secara maya, Jumat (21/5/2021)

Baca Juga:   Utangnya Dilunasi, Guru TK Ungkap Penyesalan Masuk Perangkap Pinjaman Online  

Dia menjelaskan, kredit gap adalah daya kebutuhan untuk menerima pinjaman tidak terlayani oleh institusi keuangan yang konvensional. Berarti, antara suplai dan keinginan sangat besar selisihnya.

“Jadi kebutuhan pendanaan masyarakat atau perusahaan gap-nya masih tinggi sekali, jadi ketersediaan pendanaan ini semacam oase di padang ramal. Yang butuh banyak akan tetapi suplai dikit, ” katanya.