Perajin Batik Mulai Kebanjiran Orderan

Perajin Batik Mulai Kebanjiran Orderan

JAKARTA – Kalangan perajin batik dalam Kabupaten Lebak, Banten kembali antusias untuk memenuhi tingginya permintaan menggambar khas daerah setempat.

“Kami bersyukur di tengah pandemi COVID-19 itu kembali banyak suruhan terutama dari kalangan ASN & BUMN, ” kata Umsaro (55), seorang perajin Batik Chanting Pradana Kabupaten Lebak dilansir dari Kurun, Sabtu (15/11/2020).

Meningkatnya permintaan rekan itu tentu menjadikan harapan kembali perajin batik di tengah pandemi Corona tersebut. Sejak delapan bulan lalu yakni Maret-Oktober 2020 penerimaan menurun drastis hingga 80% & sebagian pekerja dirumahkan.

Baca Juga:   Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Kuartal III Minus 3, 49% 

Menurunnya omzet pendapatan tersebut, kata dia, akibat dampak implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga konsumen tidak ada yang mendatangi UKM batik tersebut.

“Kami berharap dengan meningkatnya permintaan itu sehingga para pelaku bisa kembali bekerja, ” katanya menjelaskan.

Menurut tempat, saat ini, banyak permintaan pesanan batik itu melalui jejaring internet secara online dan mereka dibanding kalangan ASN, BUMN dan umum.

 

Selain tersebut juga permintaan dari luar wilayah, seperti Jakarta, Bandung hingga Pulau Sumatera. Selama ini, kata tempat, strategi pemasaran produk batik di tengah pandemi COVID-19 itu dengan memanfaatkan teknologi internet melalui online itu.

Harga menulis yang dijual itu termurah Rp150 ribu dengan bahan baku katun, sedangkan bahan baku sutera mencapai Rp1, 2 juta.

“Kami pekan depan cukup penuh pesanan dari ASN dan BUMN, ” katanya menjelaskan.