Pemimpin KFC Masih Rugi Rp76, 9 Miliar di Semester I-2021

pengelola-kfc-masih-rugi-rp769-miliar-di-semester-i-2021-1

JAKARTA – Emiten pengelola KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan rugi pada kuartal II-2021. Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp76, 91 miliar atau mendarat 50% dari 30 Juni 2020 dengan rugi sejumlah Rp153, 82 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Nusantara (BEI), Rabu (1/9/2021), perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2, 42 triliun atau turun 3, 40% dibanding era yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2, 51 triliun dengan rugi per bagian dasar Rp19.

Baca Juga: Dulu Untung Kini KFC Hilang Rp61 Miliar di Kuartal I-2021

Adapun pendapatan emiten pengelola restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) ini terdiri berasaskan makanan dan minuman, tip atas penjualan konsinyasi, serta jasa layanan antar. Makanan dan minuman menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp2, 40 triliun atau bertambah rendah dari sebelumnya Rp2, 48 triliun.

Kemudian, komisi atas pemasaran konsinyasi CD dari PT Jagonya Musik dan Sport Indonesia tercatat Rp17, 61 miliar atau lebih hina dari sebelumnya Rp27, 19 miliar, dan jasa servis antar tercatat Rp3, 89 miliar atau lebih aib dari sebelumnya Rp1, 98 miliar.

Baca Juga: KFC Rugi Rp377 Miliar Sepanjang Tarikh 2020

Manajemen Fast Food Indonesia menjelaskan, melemahnya daya kulak pelanggan, dan kebijakan publik yang diberlakukan untuk membekukan penyebaran COVID-19 mengakibatkan provokasi operasional yang menyebabkan penurunan penjualan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

“Akibatnya, Perusahaan mengalami pertumbuhan penjualan yang negatif untuk era enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan mengalami kerugian bersih sebagaimana diungkapkan dalam masukan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, ” tulis manajemen Fast Food Nusantara.

Menanggapi status tersebut, tindakan yang telah danakan diambil oleh tadbir diantaranya adalah pengurangan kegiatan pemasaran dan dukungan persediaan, penurunan biaya dan memperbaiki efisiensi biaya. Di sisi lain, Perusahaan telah menganjurkan berbagai promosi penjualan ke pelanggan secara signifikan buat memulihkan tingkat penjualan.