Mengacu Bisnis Pakai Duit Pesangon dengan Minim Risiko, Untungnya Gede

Mengacu Bisnis Pakai Duit Pesangon dengan Minim Risiko, Untungnya Gede

JAKARTA – Memulai usaha bisa menjadi salah satu alternatif bagi para pekerja untuk memperoleh penghasilan kembali setelah terkena Penetapan Hubungan Kerja (PHK). Sebab jalan ini lah yang bisa dikerjakan untuk memperpanjang nafas agar dapur bisa tetap ngebul

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, memulai bisnis memang menjelma satu diantara solusi agar dapur lestari ngebul pasca-terkena PHK. Sambil melayani bisnis, bisa juga memulai untuk mencari-cari pekerjaan baru.

“Sebenarnya tergantung dari kemampuan tiap-tiap orang. Kemampuan dan kemauan sebenarnya kalau menurut saya. Karena jika bicara boleh enggak sambil nyari kerja, saya bisnis kecil-kecilan zaman menurut saya sebaiknya memang seperti itu. Karena paling enggak membangun walaupun jumlahnya enggak seberapa tapi ada penghasilan yang masuk, ” ujarnya saat dihubungi Okezone , Minggu (12/7/2020).

Baca Juga:   Tips Liburan bagi Pekerja yang Terkena PHK, Cari yang Gratisan 

Menurut Andi, dalam memulai bisnis ada baiknya mencari jenis usaha yang minim risiko. Bahkan kalau bisa, kudu bisa meminimalisir jumlah modal dengan dikeluarkan.

“Cari yang benar-benar minim risiko misalnya oh saya kalau risiko tentu ada aja. Risiko udah muncul modal tapi barangnya enggak ragam. nah misalnya mau meminimalisir efek ya carilah yang enggak perlu modal dulu, ” katanya.

Salah satu misalnya adalah dengan memulai bisnis reseller. Karena, untuk memulai bisnis reseller ini tidak perlu mengeluarkan banyak modal.

“Contohnya apa? Cotohnya nyari sekarang banyak reseller. Berarti kita istilahnya cuma bantu nawarin doang, ” ucapnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah misalnya membongkar-bongkar produk yang bisa di reseller. Nantinya, produk yang didapatkan ini bisa dipasarkan lewat media sosial.

Baca Pula:   Bisnis Sampingan Punya Efek, Begini Cara Atasinya 

Namun harga jual dengan ditawarkan bisa dinaikan sehingga gap keuntungannya itu bisa diklaim. Misalnya adalah menjual produk seharga Rp500. 000.

Oleh sebab itu produk tersebut bisa dijual secara harga Rp550. 000. Keuntungan Rp50. 000 itu nantinya bisa diklaim sebagai pendapatan.

“Misalnya ada barangnya, jual kehormatan Rp500. 000 saya bilang boleh enggak saya jual naikin harganya, boleh saja. Nanti dari kelainan harga itu yang jadi keuntungan saya. Jadi saya cuma bantuin promosiin woro-woro di sosial jalan dimanapun. Jadi ketika laku tinggal kirim. Istilahnya saya enggak modal apapun. Jadi ada beberapa pedagang yang memperbolehkan dengan cara resseler itu. Kenapa enggak dimanfaatin untuk kita minim risiko juga, ” katanya.

(dni)

Loading…