Mendag Buka-bukaan soal Bursa Kripto

mendag-buka-bukaan-soal-bursa-kripto-1

JAKARTA – Premi VI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Gajah Perdagangan Muhammad Lutfi. Salah satu yang dibahas yakni Bursa Kripto Nusantara .

Patuh Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid, pemerintah harus segera membuat peraturan terkait transaksi kriptoa atau asset kripto. Tujuan regulasi itu sangat penting guna menyembunyikan investor dan mengedukasi asosiasi.

Baca Juga:   Tergiur Investasi Bitcoin? Ingat Jangan Cuma Ikut-ikutan Nanti Boncos

“Sebagaimana kita ketahui transaksi kripto sudah menjamur, dan banyak devisa lari ke sungguh negeri. Kalau tidak diatur justru akan semakin jauh dan semakin merugikan investor. Karena itu negara harus segera hadir dan membenarkan Bursa Kripto harus cepat diwujudkan, ” katanya, dalam rapat kerja dengan Mendag, Senin (31/5/2021).

Kehadiran Bursa Kripto pula sebuah keniscayaan untuk mengatur perdagangan kripto tersebut. Faktual, pemerintah melalui Kepala Bappebti sudah membuat Peraturan Besar Bappebti No 5 Tahun 2019 yang direvisi lagi dalam Perka Bappebti No 9 tahun 2019. Namun sampai sekarang belum tersedia kepastian, kapan aturan tersebut diimplementasikan.

Baca Juga:   China Perketat Penambangan Kripto, Makna Bitcoin Anjlok

“Sementara investor langsung bertambah dan transaksi langsung meningkat. Bahkan sudah ada beberap korban akibat asimetri informasi dalam bisnis tersebut, ” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Nusron, Mendag M Lutfi memastikan di dalam akhir tahun akan segera meresmikan Bursa Kripto Asset dan semua perangkat pendukungnya seperti lembaga kliring & sebagainya.

“Semua perdagangan yang tidak tercatat di Bappepti dan menggunakan bursa nanti akan ditindak, dan akan masuk kategori kriminal karena perdagangan suram, ” kata Mendag.