Keren, 3 Pengusaha Milenial Ini Pindah Ancaman Covid-19 Jadi Keuntungan Berlipat-lipat

Keren, 3 Pengusaha Milenial Ini Pindah Ancaman Covid-19 Jadi Keuntungan Berlipat-lipat

JAKARTA – Perdana kali virus corona diidentifikasi di awal tahun ini, perusahaan farmasi telah menjadi isu utama. Menetapi perusahaan farmasi raksasa berlomba-lomba buat meluncurkan alat untuk mendeteksi corona dengan sangat cepat.

Namun di luar itu, ternyata banyak bisnis yang juga berlaku untuk menjaga agar virus langgeng terkendali dan mengidentifikasi wabah ini dari sumber asalnya. Hal tersebut juga yang membuat perusahaan ataupun individu untuk melakukan inovasi pada bidang medis.

Baca Selalu:   Miliki Bos Lebih Muda, Hadapi dengan 6 Cara Ini

Mengutip halaman CNBC, Rabu (22/7/2020), ada 3 wirausahawan muda yang membantu pabrik kesehatan saat pandemi.

1. Layanan Konsultasi Online

Organisasi Kesehatan tubuh Dunia atau World Health Organization (WHO) memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi untuk membantu masyarakat mengkonsultasikan kesehatannya. Salah satu contohnya ialah telemedicine atau layanan perawatan kesehatan jarak jauh.

Pokok saat ini lebih banyak orang berkonsultasi media dari rumah mereka. Untuk menjawab hal tersebut, pengusaha asal Swedia berusia 32 tahun, Johannes Schildt, dan rekan pendirinya telah menyediakan layanan konsultasi jalan lewat video yakni Kry.

Baca juga: 4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

Platform ini menghubungkan pengguna di Eropa dengan dokter yang memenuhi syarat jadi alternatif perawatan pribadi. Sejak adanya pandemi, jumlah permintaan sudah terangkat secara signifikan.

Semasa Februari dan April, karena semakin banyak negara melakukan lockdown, permintaan aplikasi meningkat 160%, baik buat permintaan Covid-19 dan perawatan ijmal. Sementara itu, lebih banyak terlatih kesehatan bergabung dengan platform untuk menambah pendapatan mereka.

“(Sekarang) dengan latar belakang pandemi yang agak menyedihkan, sudah mulai menjadi sangat jelas bagi banyak karakter bahwa ini adalah bagian istimewa dari infrastruktur layanan kesehatan itu, ” kata Schildt.

Loading…