Insentif Fiskal Akselerasi UMKM Go Digital dan Go Global

insentif-fiskal-akselerasi-umkm-go-digital-dan-go-global-1

JAKARTA awut-awutan Pada masa pandemi itu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah mulia sektor yang terdampak secara negatif, namun dari sisi positifnya terdapat akselerasi pemanfaatan teknologi digital serta meningkatnya keterlibatan UMKM dalam rekan digital.

Untuk membantu dan mendukung UMKM menghadapi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah telah mengeluarkan tumpuan insentif fiskal dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pada tahun 2020, realisasi dukungan untuk UMKM sudah mencapai Rp112, 26 triliun.

Dengan mempertimbangkan fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan jawab mendukung UMKM untuk tetap berkembang, alokasi anggaran yang disediakan bagi UMKM & korporasi pada tahun 2021 yakni sebesar Rp171, 77 triliun.

Baca Juga:   Rancangan Lengkap Pencairan BLT UMKM Tahap 2 dan 3

“Sebagaimana yang telah kita pahami bersama, UMKM merupakan asas terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM saat itu mencapai 64, 2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61, 07% atau senilai Rp8. 573, 89 triliun, ” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Andil UMKM terhadap perekonomian Indonesia yakni memiliki kemampuan makan 97% dari total gaya kerja serta dapat menyekat sampai 60, 42% dibanding total investasi. Namun demikian, kemampuan ekspor UMKM masih terbatas sekitar 14, 37% dari total ekspor beserta pemanfaatan e-commerce juga masih rendah yaitu sekitar 21%.

Mengaji Juga:   Duh! Akal Kewirausahaan Indonesia 3, 47%, Tertinggal Jauh dari Malaysia-Singapura

Bersandarkan data eksportir tahun 2020, terdapat eksportir UKM sebesar 12. 234 perusahaan ataupun 83, 3% dari total eksportir dengan nilai ekspor sebesar USD 5, 3 milyar.

Secara umum, potensi ekspor UMKM masih didominasi oleh produk-produk seperti aksesoris, batik, kriya, fashion, serta makanan serta minuman olahan. Walapun UMKM siap melakukan ekspor namun masih mengalami berbagai sekatan seperti minimnya pengetahuan rekan luar negeri, konsistensi kualitas dan kapasitas produk, sertifikasi, hingga kendala logistik.

“Pemerintah terus mencari jalan untuk membantu UMKM biar dapat mengatasi kendala-kendala itu. Kementerian, Lembaga dan para-para pihak terkait lainnya telah meluncurkan Program Penciptaan 500 ribu Eksportir Baru tenggat tahun 2030, ” perkataan Airlangga.