Implementasi SNI, Menperin: Jadi Taruhan Mutu Produk

penerapan-sni-menperin-jadi-jaminan-mutu-produk-1

  JAKARTA – Kementerian Perindustrian meningkatkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam keluaran industri. Selain menjadi cagaran mutu produk, SNI selalu bisa meningkatkan saing pabrik dalam negeri dan keselamatan konsumen.

“Jaminan kepastian mutu produk dengan dihasilkan industri tersebut menjadi hal penting yang kudu dipertahankan dan ditingkatkan, ” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Susunan SNI Diperkuat demi Gaya Saing Produk RI

Kementerian Perindustrian mencatat, jumlah SNI di bidang industri hingga masa ini mencapai 5. 062 SNI atau 37% sebab total semua SNI dengan ada, yaitu 13. 518 SNI. Sebanyak 121 SNI di antaranya merupakan SNI wajib di bidang Pabrik atau 49% dari total 246 SNI yang diberlakukan wajib.

Besar Badan Standardisasi dan Kecendekiaan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menyatakan, pada rangka mendukung implementasi SNI, diperlukan sarana dan prasarananya. Saat ini terdapat sebanyak 42 Lembaga Sertifikasi Buatan (LSPro) dan 463 Laboratorium Uji Produk yang berfungsi sebagai Lembaga Penilai Kesamaan (LPK).

Baca Juga:   Menahan Barang Palsu, Perhiasan had Emas Ada Sertifikat SNI

“Sampai saat ini, secara mutlak telah dikeluarkan sebanyak 5. 633 Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Nusantara (SPPT SNI), ” ungkapnya.

Lebih sendat, komponen penting yang juga perlu diperhatikan dalam implementasi SNI, antara lain merupakan pengukuran yang tepat berangkat dari bahan baku, cara produksi, produk yang dihasilkan dan jaminan mutu dibanding produk yang dihasilkan.