Ikut Vaksinasi Gotong Royong, Pengusaha Dilarang Potong Gaji dan THR Karyawan

ikut-vaksinasi-gotong-royong-pengusaha-dilarang-potong-gaji-dan-thr-karyawan-1

JAKARTA –  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memastikan bahwa perusahaan yang mendapat vaksinasi gotong royong tidak melaksanakan pemotongan gaji karyawan. Situasi ini sering menjadi kewaswasan pekerja karena vaksinasi gotong royong dihargai hingga Rp1 juta.

Penetapan harga vaksinasi gotong royong dipatok di kisaran Rp 1. 000. 000 mulai orang. Tarif tersebut ditanggung perusahaan swasta.

Setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Pada setiap satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500. 000. Total itu terbagi atas Rp375. 000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125. 000.

Baca Pula:   UMKM Diberi Opsi Vaksin Gratis atau Berbayar

“Jadi perusahaan yang membeli dan diberikan secara gratis serta tanpa komersialisasi. Jadi enggak boleh nih nanti pengusaha potong gaji atau potong THR untuk bayar vaksinasinya, enggak boleh dan beta pastikan Insya Allah tersebut berjalan dengan baik, ” ujar Rosan, Rabu (19/5/2021).

Kadin tahu bahwa tidak ada pemaksaan kepada perusahaan dan awak usaha untuk berpartisipasi pada vaksinasi berbayar tersebut. Berarti, vaksinasi gotong royong cuma bersifat opsional.

Baca Juga:   Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Jangan Dilihat Seolah-olah Pemerintah Cari Untung

Meski sejenis, Rosan menginginkan agar perusahaan tetap mengambil opsi vaksin berbayar. Alasannya, untuk positif pemerintah untuk menekan imbalan vaksin dan mempercepat membentuk kekebalan tubuh warga Indonesia.

“Kalau sedia ikut gratis silahkan jika ringankan beban pemerintah silakan karena vaksin nga hanya sekali, bisa tiap tarikh vaksin, kita selam negeri usaha punya kemampuan, zaman semua beban ke negeri dengan (anggaran) Rp 77 triliun, ” tutur dia.