Hidup Sudah Boleh Dibuka per enam Juli, Keputusan Operasional Ada di Perusahaan

Hidup Sudah Boleh Dibuka per enam Juli, Keputusan Operasional Ada di Perusahaan

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta kembali sudah mengizinkan bioskop yang berlokasi di wilayah Ibu Kota untuk balik beroperasional. Namun, keputusan untuk membuka tempat hiburan itu dikembalikan balik kepada perusahaan yang menaungi bioskop tersebut.

Besar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan aktivitas bioskop sudah kembali beroperasio sejak tanggal 6 Juli hingga hari terakhir zaman PSBB transisi DKI pada 16 Juli mendatang.

  Baca juga: Masa Pertukaran New Normal, Bioskop Belum Diizinkan Buka?

“Bioskop sudah boleh dibuka sejak kemarin (6 Juli 2020). Tapi saat ini mereka sedang berkoordinasi untuk penayangan film. Masalah kapan mulai beroperasinya, itu terserah mereka tunggal. Yang penting, kita sudah memperkenankan untuk dibuka, ” kata Cucu saat dihubungi, Selasa (7/7/2020) malam.

Dia menjelaskan, pihaknya memberikan aturan pada manajemen bioskop agar menerapkan adat kesehatan penyebaran Covid-19 di tempatnya. Salah satunya seperti penggunaan media pelindung diri seperti masker dan faceshield bagi seluruh karyawan, logistik fasilitas cuci tangan, melakukan disinfeksi secara berkala, pengecekan suhu kepada semua pihak, memberi tanda rujukan jaga jarak fisik, dan mencegah adanya kerumunan.

Baca juga: Gedung Bekas Hidup Disulap Jadi Mal Pelayanan Umum

“Pengunjung diminta untuk selalu menggunakan masker, melakukan budaya etika batuk dan bersin, menghindari menyentuh mata, hidung, & wajah, serta mejaga jarak minimal 1 meter, ” kata tempat.

Dia mengimbau agar setiap pengunjung melakukan pembelian secara daring untuk menghindari kepadatan di bioskop dan penyebaran virus melalui uang kertas.

“Diminta pelaku usaha tidak melayani pengunjung yang tidak mngenakan masker, menyediakan ruang isolasi tatkala bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37, 3 posisi celsius, dan membatasi jarak tenang antarpenonton. Karyawan menggunakan sarung lengah pegangan kursi (arm cover) dengan harus diganti pada setiap pemutaran film atau pergantian penonton, ” ujarnya.

(rzy)

Loading…