Hary Tanoe Yakin Model Bisnis MNC Media Tumbuhkan Pendapatan

Hary Tanoe Yakin Model Bisnis MNC Media Tumbuhkan Pendapatan

JAKARTA – Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo optimistis desain bisnis yang dijalankan MNC Media yang solid dalam naungan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) . Dirinya menjelaskan, dalam kondisi pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak kuartal pertama tahun ini, terbukti kinerja perseroan sepanjang enam bulan prima masih dalam kategori stabil.

Meskipun terdapat kendala dalam beberapa unit usaha tapi tetap mencatatkan pertumbuhan di lini bisnis lainnya.

Baca Juga:   Global Mediacom Terbitkan Obligasi & Sukuk Ijarah Senilai Rp1 Triliun

“Model bisnis di MNC Media menumbuhkan pendapatan dan memperkecil capex. Sehingga baik untuk laba dan cash flow juga kuat. Intinya ini bagus untuk kreditur dalam Obligasi serta Sukuk Ijarah yang kami rilis, ” ujar Hary dalam public expose PUB Obligasi dan Sukuk Ijarah II Tahap 1 tarikh 2020 dari BMTR.

Dirinya menjelaskan, secara detail kemampuan MNC Media selama satu semester tahun ini. Secara pendapatan suci mengalami penurunan 8% menjadi Rp5, 86 triliun. Namun pelemahan itu masih lebih baik dari sama perusahaan lain di industri lainnya.

Kinerja perekonomian nasional mengalami pelemahan khususnya di kuartal kedua karena pandemi dan PSBB. “Banyak buatan konten yang tidak bisa dikerjakan seperti acara Bedah Rumah serta Uang Kaget. Tapi kami masih lebih baik dibandingkan perusahaan asing di berbagai industri, ” ujarnya.

Baca Pula:   MNC Group Sabet SEMPURNA CSR Award 2020, Jessica Tanoesodibjo: Ini Memotivasi Kami

Lebih lanjut dia menuturkan kabar positif karena dari sisi iklan digital berhasil naik sejumlah 26% meskipun iklan non digital turun 14% menjadi Rp3, dua Triliun. Hal ini menurutnya masih wajar karena banyak pengiklan dengan menahan belanja iklan karena penjualannya turun. Ini terjadi di semesta negara kondisinya sama. Pemasukan sebab konten tercatat turun 11% karena beberapa produksi tidak bisa ustaz.

“Tapi mulai kuartal tiga semua balik normal karena sudah ada relaksasi PSBB pergantian, ” ujarnya.

Pada sisi lain dia menyebut bisnis dari Pay TV dan internet broadband berhasil naik 12%. Peristiwa ini menandakan perseroan memiliki ideal bisnis yang unik karena tentu terjaga dengan ada unit dengan naik dan juga turun. Secara EBITDA juga turun tipis cuma 3%, lalu net income terekam turun tipis hanya 4% pada level yang masih aman.

“Namun disana ada pinjaman dalam USD. Kalau itu dikesampingkan, justru net income naik 7% menjadi Rp1, 41 Triliun. Oleh sebab itu MNC Media relatif dalam iklim cukup baik di tengah pandemi, ” ujarnya.