Gajah Arifin Perluas Pangsa Pasar EBT

Gajah Arifin Perluas Pangsa Pasar EBT

JAKARTA – Pemanfaatan Energi Anyar Terbarukan (EBT) sebagai sumber gaya yang ramah lingkungan akan dipercepat. Hal ini dengan menciptakan rekan baru EBT.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melahirkan, pasar baru EBT tersebut dikerjakan melalui program renewable energy base industry development (Rebid) dan renewable energy base on economic development (Rebed).

  Baca selalu: EBT Jadi Strategi Geber Pemulihan Ekonomi Pasca-Corona

Program ini dirancang untuk mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan pada kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus dan mendukung Kawasan ekonomi lokal di kawasan terpencil, terluar serta terdepan (3T).

“Menciptakan pasar baru EBT melalui program renewable energy base industry development dan renewable energy base on economic development yang bertujuan untuk mempercepat pemanfaatan EBT pada kawasan industri dan Kawasan ekonomi Khusus dan mendukung Kawasan ekonomi lokal di kawasan 3T Indonesia, yaitu terpencil, terluar dan terdepan, ” ujar Arifin Tasrif di dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (10/10/2020).

Nusantara, lanjut Arifin, sudah saatnya memasukkan tren masyarakat dunia yang berangkat mengoptimalkan pemanfaatan EBT untuk mengurangi dampak perubahan iklim, sesuai kata sepakat Protokol Kyoto Tahun 1997 dimana komunitas internasional bertekad akan mengurangi emisi gas karbondioksida dan gas rumah kaca.

“Di tingkat global, negara-negara negeri telah berkomitmen untuk mengurangi buah perubahan iklim dengan disepakatinya Kyoto Protokol di tahun 1997. Publik internasional bertekad untuk mengurangi emisi karbondioksida dan gas rumah cermin lainnya, termasuk pengurangan emisi lantaran sektor energi sehingga terjadi alterasi energi untuk mengurangi energi fosil pada seluruh sektor, termasuk di antaranya sektor transportasi ke energi pertama terbarukan, ” lanjut Arifin.

  Baca pula: Demi Masa Depan, RI Bangun Pembangkit Tenaga Air Raksasa

Di samping menelungkupkan pasar untuk pemanfaatan EBT dengan lebih besar, Pemerintah juga hendak memaksimalkan implementasi bioenergi, seperti percepatan pembangunan listrik berbasis sampah di dua belas kota, pemanfaatan biomasa dan sampah sebagai bahan baku pada cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) eksisting, pelaksanaan mandatori B30, serta program pengembangan green refinery dan mendorong pengembangan radang bumi berbasis kewilayahan melalui rencana Flores Geothermal Island yang targetnya adalah pemenuhan beban dasar listrik di Pulau Flores.