Biaya Negara Naik 15% Sampai Rp523 Triliun, untuk Apa Saja?

belanja-negara-naik-15-capai-rp523-triliun-untuk-apa-saja-1

JAKARTA semrawut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan belanja negara hingga akhir Maret 2021 tumbuh 15, 6 upah (yoy) yaitu sebesar Rp523 triliun atau 19 upah dari target APBN yaitu Rp2. 750 triliun.

“Kuartal I tersebut belanja negara mencapai Rp523 triliun atau tumbuh 15, 6 persen jadi tampak APBN bekerja luar pelik keras, ” katanya pada Konferensi Pers APBN KiTA secara daring seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (22/4/2021). belanja negara hingga simpulan Maret 2021 tumbuh 15, 6 persen (yoy) yaitu sebesar Rp523 triliun

Menkeu menjelaskan realisasi belanja Rp523 triliun itu berasal dari belanja negeri pusat sebesar Rp350 triliun yang terdiri dari bayaran K/L dengan kenaikan sejumlah 41, 2 persen & belanja non K/L muncul sebesar 9, 9 persen.

Baca Juga:   Daftar Kementerian yang Hobi Belanja, Rp18, 2 Triliun Dihabiskan 

Untuk biaya K/L meliputi belanja bahan Rp63, 5 triliun atau naik 81, 6 upah dari realisasi periode sebanding tahun lalu Rp35, 1 triliun yang terkontraksi enam, 9 persen dari Maret 2019.

Realisasi belanja barang sebesar Rp63, 5 triliun itu menyerahkan berbagai manfaat kepada bangsa yaitu meliputi program vaksinasi sebanyak 8, 1 juta dosis pada tahap I dan 2, 7 juta dosis pada tahap II dengan total dosis vaksin 17, 2 juta bagi 20 April 2021.

Kemudian 99 ribu pasien COVID-19 mendapat ongkos perawatan Rp6, 9 triliun, sebanyak 6, 6 juta pelaku usaha mikro mendapat bantuan Rp7, 9 triliun, sebanyak 3, 4 juta siswa sekolah swasta di bawah Kemenag menerima ATASAN senilai Rp3, 7 triliun, serta pemeliharaan infrastruktur ustaz dan jaringan Rp1, 1 triliun.

Honorarium K/L juga terdiri sejak belanja modal yang terealisasi Rp34, 2 triliun ataupun naik hingga 186, 2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp12 triliun.

Belanja modal ini memberikan manfaat pada masyarakat antara lain pembangunan bendungan dengan progres 44, 37 persen dari tumpuan 10 bendungan baru & 43 lanjutan senilai Rp7, 1 triliun.