Bahkan Buruk ke Rp257, 8 Triliun, Defisit APBN Semester I-2020 Belum Separah 2016

Bahkan Buruk ke Rp257, 8 Triliun, Defisit APBN Semester I-2020 Belum Separah 2016

JAKARTA – Kementerian Keuangan mencatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) semester I-2020 mencapai Rp257, 8 triliun. Besaran tersebut setara 1, 57% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucapkan, besaran defisit tersebut mengalami perburukan selama 2020. Namun, defisit tersebut lebih baik dari periode yang serupa pada 2016.

  Mengucapkan juga: Banyak Pejabat Tidak Dapat THR, Sri Mulyani: Realisasi Belanja Pegawai Turun 3, 3%

“Realisasi defisit perkiraan itu setara dengan 1, 57% produk domestik bruto (PDB), tersebut mengalami pemburukan selama tahun 2020, ” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video APBN Kita di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Meski dalam situasi lagu ekonomi akibat wabah COVID-19, dirinya mengatakan, realisasi defisit APBN pada periode itu terhadap Produk Pribumi Bruto (PDB) mencapai 1, 57%. Sedangkan pada Semester I-2016 sejumlah 1, 82%.

“Kalau dibadingkan 2016, dari bagian persentase terhadap PDB lebih hina, artinya APBN kita sampai semester I di 2016 sudah mengalami defisit hingga 1, 82 persen, ” kata Sri Mulyani.

  Baca juga: Meskipun Realisasi Rendah, Kemenkes Dapat Tambahan Anggaran Rp25 Triliun

Akan tetapi, jika dibandingkan secara nominal, tekornya APBN di bawah pengelolaan Bambang Brodjonegoro itu hanya sebesar Rp230, 7 triliun sedangkan pada masa Sri tersebut mencapai Rp257, 8 triliun.

Menurutnya yang membedakan kondisi defisit itu terletak pada kondisi sepanjang tarikh masing-masing, sebab pada 2016 defisit mampu ditekan pada Semester II nya sedangkan pada tahun itu sebaliknya.

Loading…