Aliran PHK, 538. 305 Pekerja Klaim Jaminan Hari Primitif

gelombang-phk-538-305-pekerja-klaim-jaminan-hari-tua-1

JAKARTA – Departemen Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai kebingungan menghadapi angka PHK dengan kembali tinggi. Dikhawatirkan angka tersebut akan kembali naik di tahun ini.

“Sampai dengan tujuh Agustus 2021 sebanyak 538. 305 pekerja sudah mengeklaim Jaminan Hari Tua (JHT) berarti sudah ter- PHK , ” ujar Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Gaya Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri, di Integrity Constitutional Discussion dalam Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga:   Pandemi Tak Kunjung Lengkap, Gelombang PHK hingga Dirumahkan Tanpa Gaji Meningkat

Data itu dihitung dari jumlah pekerja yang sudah mengklaim JHT-nya. Pasalnya, Kemnaker sudah menebak bahwa hingga akhir tahun 2021, sebanyak 894. 579 pekerja bisa ter-PHK. Bagian Kemnaker pun khawatir karena per 7 Agustus, angka pekerja yang ter-PHK sudah mencapai 538. 305 orang.

“Dengan situasi berat akibat Covid-19, tersebut angka yang besar sekali. Namun, memasuki semester ke-2, biasanya angkanya di Agustus sudah lebih dari 50%. Sementara proyeksinya sekitar 895 ribu orang, ” nyata Putri.

Baca Juga:   PPKM Darurat Picu PHK Massal hingga Kenaikan Angka Kekurangan

Dilihat dari perhitungan kasarnya, oleh karena itu jumlah rata-rata pekerja yang terkena PHK tiap bulannya mencapai 76. 900 pekerja. Jika dikalikan 12 bulan, maka jumlahnya bisa menyentuh 922. 800 pekerja hingga akhir 2021. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi awal Kemnaker.

“Maka dari itu dibutuhkan penanganan yang lebih segera untuk mengatasi kondisi itu agar laju gelombang PHK bisa dihentikan. Jangan sampai proyeksi kalah atau lengah, lalu jadi meningkat. Dalam Agustus saja sudah 538 ribu pekerja kena PHK, ” tegas Putri.