389. 546 Wajib Pajak Minta Motivasi, Terbanyak Sektor Perdagangan

389

JAKARTA – Direktorat Jenderal Retribusi (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mencetak sebanyak 389. 546 wajib pajak yang menagihkan insentif fiskal untuk menghadapi dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Direktur Potensi, Kepatuhan dan Pengakuan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Ihsan Priyawibawa dari jumlah itu, 93% tercatat telah disetujui untuk bisa memanfaatkan insentif fiskal tersebut, baik berupa pengurangan maupun tidak dipungutnya pajak mereka.

Baca Juga:   Pertama Kala, Penerimaan Perpajakan Diprediksi Minus 9, 2% di 2020 

“Itu setara 360. 818 wajib pajak dari berbagai daerah usaha. Lalu yang ditolak antara lain disebabkan Klasifikasi Lapangan Cara (KLU), atau sektor usahanya tak memenuhi kriteria PMK atau tempat belum sampaikan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan 2018, ” ujar tempat pada telekonferensi, Kamis (25/6/2020).

Kemudian, lanjut dia dari jumlah tersebut, mayoritas wajib retribusi yang memanfaatkan insentif fiskal rileksasi pengenaan pajak berasal dari daerah perdagangan yakni mencapai 190. 230, diikuti sektor industri sebanyak 49. 378 wajib pajak.

Baca Juga:   New Normal, Sri Mulyani Cari Pajak Baru 

“Sementara itu, yang berasal dari zona Jasa Perusahaan seperti Jasa Kaidah, Jasa Akuntansi dan Periklanan mencapai 21. 153 wajib pajak, ” ungkap dia.

Sedangkan, lanjut dia yang berasal daripada jasa lainnya mencapai 19. 267 dan akomodasi maupun makan mengikuti minuman sebanyak 14. 797.

“Jadi sektor usaha perdagangan yang paling banyak insentif fiskal Covid-19 itu 53%, industri pengerjaan 14% sisanya jasa lainnya, fasilitas dan makanan minuman, ” pungkas dia.

(kmj)

Loading…