30 BUMN ‘Mati Suri’, Dahlan Iskan: Pembubarannya Terhambat Hukum dan Politik

30 BUMN 'Mati Suri', Dahlan Iskan: Pembubarannya Terhambat Hukum dan Politik

JAKARTA – Mantan Menteri Lembaga Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan buka-bukaan soal perseroan pelat merah yang mati suri. Pasalnya, ada sekira 30 perusahaan BUMN yang tidak lagi beroperasi serta pembubarannya pun belum dapat dilakukan.

Dari 30 BUMN tersebut, dua di antara adalah PT Merpati Nusantara Airlines dan Produksi Film Negara (PFN). Dahlan menyebut, salah satu sebab yang membuat Kementerian BUMN tak mengambil langkah pembubaran karena terkendala persoalan hukum dan politik.

Meski demikian, dia tidak menjelaskan dengan jalan apa aspek hukum dan politik menghambat langkah pemerintah untuk melakukan pembubaran.

“Minimal tersedia 30 BUMN yang sebetulnya telah meninggal dunia tapi mayatnya belum dikubur. Seperti Merpati dan FPN. Ada kira-kira 30. Tinggal mengubur saja karena sudah mati dan nggak ada nafas, tapi nggak bisa karena ada hambatan patokan, politik, ” ujar Dahlan.

Dahlan mengarang, saat dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN, dia memiliki gagasan untuk membangun BUMN Perusahaan Pengelola Aktiva (PPA). Perseroan ini berfungsi buat menampung, BUMN yang mati suri untuk dijadikan anak usaha PPA.

Dahlan Iskan: 30 BUMN Sudah Wafat tapi Belum Dikubur

(rzy)